Oleh: Ikhwan Rizki | Desember 18, 2009

Pusat Informasi Obat

Informasi obat adalah setiap data atau pengetahuan objektif, diuraikan secara ilmiah dan terdokumentasi mencakup farmakologi, toksikologi, dan penggunaan terapi dari obat. Informasi Obat dapat didefinisikan merupakan tanggapan dari adanya sebuah pelaporan atau pengaduan dan penyelidikan terkait obat-obatan. Informasi obat tidak boleh memihak yakni dalam hal pengevaluasian (penilaian) obat, informasi yang akurat dan berkala dan atau saran untuk mendukung penggunaan obat-obatan secara aman dan efektif. Informasi obat ini menjadi umpan balik adanya pelaporan dan berguna untuk tenaga kesehatan, karena berbeda dengan studi pustaka yang berdasarkan perkiraan klinis.
Suatu Pusat Informasi Obat (PIO) pertama kali didirikan di University of Kentucky Medical Center pada tahun 1962 dalam hal ini diberi wewenang terpisah untuk menyediakan informasi, mengevaluasi, dan membandingkan obat dari sumber-sumber yang terseleksi dan komprehensif bagi para dokter dan dokter gigi, maupun perawat. Permasalahan besar melatarbelakangi pentingnya pendirian pusat informasi obat adalah adanya ledakan terapi dan ledakan informasi. Saat ini jumlah obat yang beredar di Indonesia jenisnya mencapai ribuan. Sementara sumber informasipun begitu banyak, baik melalui media cetak maupun elektronik. Di Indonesia sendiri, informasi obat yang paling banyak diterima masyarakat adalah dari industri, sehingga lebih bersifat commercial interest dan bias. Sementara profesi kesehatan rentan terhadap promosi obat, bahkan dari sudut penelitian didapatkan bahwa, informasi obat yang paling banyak diterima oleh dokter pun berasal dari industri farmasi. Permasalahan inilah yang mendukung pentingnya penyampaian informasi obat yang tidak bias/objektif, independent, akurat, up to date, lengkap dan yang terpenting lagi adalah berorientasi pada pasien.
Tujuan PIO secara jelas adalah memberikan dan mempromosikan terapi rasional, yaitu pemberian kepada pasien secara tepat obat, tepat penderita, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Fungsi PIO secara spesifik bisa tergantung pada lokasi dan cakupan PIO itu sendiri. PIO dalam lembaga pemerintah lebih bersifat memberikan informasi tentang kebijakan-kebijakan yang terkait dengan obat, sosialisasi obat esensial dan generik, serta monitoring efek samping obat. Di Universitas, PIO bisa lebih banyak melakukan aktivitas ilmiah berupa, penelitian, pengkajian, dan pengembangan obat, begitu juga dalam pengembangan pengetahuan serta skill bagi para calon professional. Media masa dapat berpartisipasi melalui penyebaran informasi obat dan skrining iklan. Sedangkan industri farmsi dapat memberikan informasi perkembangan obat, sediaan, maupun teknologi alat kesehatan baru. Berdasarkan suatu laporan (DICP, 1987) alasan farmasis tidak memberikan informasi obat berdasarkan urutan tertinggi adalah tidak cukup waktu, tidak cukup dana, tidak cukup resources, kurang dukungan, dan kurang skill (tidak terlatih).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: